Menu
- Amplop
- Brosur
- Buku Yasin Tahlil
- Block Note
- Kartu Nama
- Kop Surat
- Nota HVS & Dorslag
- Nota NCR
- Paper Bag
- Pulpen Souvenir
- Roll Up Banner
- Voucher Art Paper
- Stempel Flash
- Stempel Kayu
- Stempel Trodat
Senin, 23 Mei 2016
Beli Bisnis Independen Atau Franchise?
Pertanyaan tersebut sering kali dihadapi oleh para pembeli bisnis. Beberapa pembeli bisnis memilih untuk berjuang sebagai pemilik bisnis independen, sedangkan yang lain cenderung memilih mencapai kesejahteraan sebagai pemilik franchise.
Kenyataannya, tidak ada jawaban yang mudah untuk dilema memilih antara bisnis independen versus franchise. Kita harus mengevaluasi secara seksama faktor-faktor yang membedakan kedua pendekatan, berbicara dengan keluarga serta penasehat terpercaya, kemudian putuskan tipe bisnis mana yang tepat bagi kita.
Model kepemilikan
Dari sudut pandang kepemilikan, sebuah franchise sangatlah berbeda dari bisnis kecil pada umumnya. Tidak seperti pemilik bisnis independen, pemilik franchise tidak memiliki kebebasan untuk mengubah kondisi pasar, produk, atau layanan berdasarkan keinginan pribadi. Franchisor lah yang membuat keputusan tentang lini produk atau varibel.
Di sisi lain, pemilik bisnis independen tidak memiliki keamanan pada akan lini produk, layanan, dan keputusan lainnya dalam akan pengujian dan optimisasi pasar. Dengan kata lain, meskipun pemilik franchise mengorbankan kebebasannya dalam pengambilan keputusan, tapi mereka menikmati keamanan dan kestabilan dalam produk dan layanan yang sudah teruji dipasar oleh franchisor.
Biaya
Pemiliki bisnis independen cenderung memiliki biaya investasi untuk membeli dan mengoperasikan bisnis mereka, tapi mereka juga memiliki lebih banyak kendali dalam keputusan investasi dan timing. Misalnya, jika keuangan terpepet, pemilik bisnis independen bisa menunda rencana remodeling atau ekspansi. Mereka juga bisa memilih untuk mengurangi scope proyek yang dikejar.
Pembeli bisnis franchise biasanya memiliki biaya investasi lebih rendah, tapi mereka harus memenuhi kewajiban kepada franchisor. Misalnya, dalam penambahan uang muka franchise, pemilik harus membayar royalti secara terus menerus. Ketika ada renovasi atau investasi sering kali franchisor memiliki hak untuk mendiktekan timing dan cakupan remodel pemilik franchise.
Pengenalan merek
Dalam banyak kasus, pembeli franchise memiliki lebih banyak keuntungan daripada pembeli bisnis independen dalam hal pengenalan merek. Kecuali pemilik bisnis independen sebelumnya secara aktif memperkenalkan mereknya ke pasar, sangat tidak mungkin pembeli bisnis independen menikmati ketenaran mereknya seperti halnya pembeli franchise.
Sumber daya operasional
Bisnis franchise cenderung populer di kalangan pembeli yang kurang berpengalaman dalam berbisnis. Franchisor mempermudah bagi para pebisnis pemula dengan menyediakan akses ke sistem bisnis, dukungan korporasi, jaringan supplier, dan layanan lainnya.
Pemilik bisnis independen sebaliknya. Biasanya mereka harus menjalankan bisnisnya sendiri. Sebagai imbalannya, mereka mendapatkan kendali sepenuhnya atas bisnisnya.
Tingkat keberhasilan
Variasi tingkat kesuksesan bisnis franchise dan independen masih diperdebatkan. Tidak ada bukti kesimpulan yang meyakinkan kita bahwa kedua pendekatan bisnis meningkatkan atau mengurangi peluang kita untuk sukses.
Jadi, membeli bisnis independen atau franchise? Bisnis franchise dan independen mengalami kegagalan dan keberhasilan di waktu yang sama setiap harinya. Kuncinya adalah sangat penting bagi kita mengevaluasi potensi akuisisi dan melakukan riset secara mendalam tentang keduanya sebelum membeli.
Sumber : Marketing.co.id
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar